Hari Jum’at 12 mei 2023. Hari itu adalah hari yang mungkin dinanti oleh kita semua. Pelajaran tataboga moh. Efendi adalah guru kita yang baik dan sangat disiplin. Senyuman kami terukir saat bapak Fendi sering melontarkan sebuah lelucon yang pernah beliau alami semasa hidupnya.
Bapak Fendi menyuruh kami untuk membuat seblak yang telah ia janjikan kepada kami. Ia menyuruh kami mengambil bahan di dapur, dan bahan yang lain di beli di toko. Setelah semua bahan siap, kami pergi ke dapur yang berada di padepokan untuk memasak seblak dengan bahan seadanya. Kami diberi tugas memasak seblak, agar proses pembuatannya cepat dan tidak memakan waktu yang lama. Ada yang merebus mie, memotong sosis, ada juga yang membuat bumbu yang akan dicampurkan kedalam mie. bau yang mulai menyeruak memenuhi isi ruangan, membuat kami tergoda untuk segera memakannya. Semua bahan telah dicampurkan, hanya menunggu beberapa menit lagi seblak akan segera di nikmatkan. Seblak yang berukuran sangat besar itu di pindahkan ke wadah yang cukup besar. Saat dua seblak telah disajikan, kami siap-siap akan memakannya, kami membawanya ke koridor sekolah dan memakannya disana. Kami mengambil sendok satu per satu. Mengambil toping lain agar memakan seblak terasa lebih enak.
Seperempat seblak telah kami makan, mbak Nada keluar dengan membawa kamera siap-siap mengambil gambar kami yang Tengah asyik makan. Bukan hanya mbak nada yang datang menghampiri kami. Seorang kakak baik yang sedikit bar-bar juga datang menghampiri kami yang Tengah makan bersama. Dari raut wajahnya sangat terlihat ingin ikut memakan bersama kami. Senyuman konyol ia tampakkan sambil mengatakan “Wuih, enak tuh, bagi dong.” tanpa rasa malu sedikitpun. Awalnya kami mengejeknya karena di sekolahnya tak pernah mengadakan sebuah masak besar seperti di sekolah kami. Dengan senang hati, kami mengambilkan satu mangkok berukuran sedang dan satu sendok. Mangkok itu hampir terisi dengan penuh. Kami menyerahkan sebanyak itu karena perut kami yang sudah tak muat menampung banyaknya seblak yang kami buat.
Ini adalah beberapa take foto yang diambil oleh mbak nada saat kami bersenang-senang dengan seblak yang kami buat bersama guru tata boga. Kenangan singkat yang tak begitu indah, yang sangat berarti bagi kami yang tak akan terulang dua kali.
Penulis: Sherin, Mutia dan Ria