Sekuat apapun anak itu, pasti akan rapuh jika tidak ada keharmonisan dalam keluarga. Ini cerita tentang Nila. Seorang anak berumur delapan tahun. Sebelumnya Nila memiliki keluarga yang bahagia. Tapi semuanya hilang karena adanya perselingkuhan.
Kisah Nila dimulai dari tahun 2010. Pada tahun 2010 semuanya masih baik-baik saja masih ada canda tawa dalam keluarga. Keluarga Nila ada 4 anggota yaitu ayah, ibu, Niko, dan Nila. Tapi tidak lama kemudian Nila berselingkuh dengan wanita lain. Pada awalnya ibu Nila tidak mengetahui hal itu. Sebelum perselingkuhan itu diketahui oleh ibunya, mereka masih hidup bahagia.
Pada saat itu ayahnya sudah minta izin untuk berangkat kerja. Ibunya pun juga minta izin untuk keluar bersama teman SMA-nya. Pada saat ayahnya tahu bahwa ibunya akan keluar, dia pun memberi tahu selingkuhannya itu untuk bertemu di mall. Bertepatan dengan itu, ibu Nila juga ingin pergi ke mall. Teman ibunya pun sudah tiba lebih dulu sebut saja namanya adalah Feby. Mereka berdua segera masuk ke mall.
Saat tiba di dalam mall, ayah dan temannya saling bermesraan di café. Tak berapa lama Feby dan ibu Nila juga tiba di mall. Awalnya ibunya tidak tahu. Saat mereka berdua sudah sampai di café, ibu Nila duduk tepat di sebelah tempat duduk mereka berdua. Dan saat ibunya Nila menoleh kebelakang ternyata mereka kepergok. Ibunya pun menghampiri mereka berdua sambil berkat, “Oh ternyata gini ya kamu selama ini di belakangku?”. Ayah Nila berusaha meminta maaf dan berjanji untuk tidak akan mengulanginya lagi. Ibu Nila menolak permintaan maaf itu dengan mentah-mentah dan meninggalkan tempat itu.
Setibanya dirumah, ibunya Nila pun menangis sambil merenung di kamar. Nila pun menghampiri ibunya dan berkata. “Ibu kenapa?”, ibunya menjawab dengan gelengan kepala. Nila pun terheran-heran mengapa ibunya menangis.
Tidak berselang lama ayahnya pun datang menyusul ibunya yang pulang ke rumah. Setelah ayahnya pulang dan masuk ke dalam rumah, ayahnya pun memanggil ibunya untuk pergi ke lantai satu. Ayahnya terus meminta maaf kepada ibunya. Tetapi ibunya tetap menolak karena itu perbuatan yang membuat ibunya sakit hati. Ayahnya pun tidak terima lalu memukuli ibunya dengan keras. Karena ayahnya tidak puas, ayahnya tidak segan-segan untuk memukul dengan balok besar, dan pukulan tersebut yang membuat ibu Nila meninggal.
Dan tanpa sepengetahuan ayahnya, Nila mempergoki kelakuan keji ayahnya terhadap ibu Nila. Nila pun menyimpan rasa kecewa kepada ayahnya karena telah membunuh ibunya. Nila hanya bisa menangis dan tidak tahu harus berbuat apa. Hingga suara tangisan Nila terdengar oleh ayahnya. Nila dipukul habis-habisan oleh ayahnya, hingga tubuh Nila mempunyai luka memar yang banyak.
Nila mempunyai kakak bernama Niko. Tetapi sayangnya Niko juga dibunuh oleh ayahnya. Karena Niko melawan ayahnya. Niko dibunuh oleh ayahnya menggunakan pistol. Dan disaat itu Nila masih hidup dan melihat semua kejadian itu. Nila hanya bisa menangis melihat semua kejadian itu.
Hingga ayah Nilapun kesal dengan semua kelakuan Nila. Dia membunuh anaknya sendiri. hingga ayah Nila membawa Nila ke kandang kuda. Awalnya Nila tidak mau tetapi ayahnya sangat cerdik sehingga ayahnya mengajak Nila ke kandang kuda milik Nila. Nilapun menuruti karena itu kuda kesayangannya. Tetapi sesampainya di sana ternyata Nila dikubur hidup-hidup.
Penulis: Noura Alya Ahmad. Santri Kelas VII IBS Padepokan Kyai Mudrikah Kembang Kuning
Catatan: ini adalah cerita fiksi. Jika ada persamaan nama, tempat, dan waktu kejadian, itu hanya kebetulan saja