082333777752    padepokankmudrikah@gmail.com

Post & Article

Cerita Santri

IBUKU SURGAKU

  • 29 Sep, 2024
  • written by ADMIN

Konon, ada seorang ibu yang bernama Safa. Dia adalah seorang janda yang mempunyai dua anak, namanya Vian dan Marvel. Mereka bertiga hidup sangat sederhana. Mereka membutuhkan kerja keras untuk menyambung hidup. Suaminya meninggal karena kecelakaan. Peristiwa itu terjadi sudah 4 tahun lama. Oleh karena itu, bu Safa harus membanting tulang untuk anak-anaknya.

  Vian, anak kedua masih kelas 6 SD. Sementara Marvel duduk di kelas 2 SMP. Marvel memiliki sifat sabar meski hidup sederhana. Sepulang sekolah Marvel membantu ibunya jualan di pasar. Adiknya yang bernama Vian juga membantu ibunya jualan. Keadaan ini menjadi bahan ejekan teman-temannya karena mereka hidup dalam kekurangan.

  Setiap bulan, kedua kakak-adik ini mendapat bantuan dari pemerintah. Mereka sangat membutuhkan uang karena setiap hari dimintai uang oleh kakak kelasnya. Jadi ibunya sangat capek karena dimintai uang terus. Ibunya bingung atas nasib malang anaknya. Jadi ibunya bilang kepada kepala sekolah. Kepala sekolah marah kepada Hadi, kakak kelas yang suka memalak uang.

  Hadi menangis karena dimarahi kepala sekolah. Hadi takut dikeluarkan dari sekolah nya. Hadi disuruh kepala sekolah untuk pulang kerumahnya. Bu Safa bahagia karena anaknya sudah tidak dimintai uang lagi. Ketika anaknya berangkat sekolah mereka diancam oleh mamanya Hadi. Mereka yang mendengar itu jadi bingung.

Malamnya mereka bilang ke ibu, kalau mereka diancam oleh ibunya Hadi. Tapi ibunya bilang harus sabar. Terus ibunya mengajak mereka sholat. Setelah sholat mereka mengaji al-quran. Kemudian mereka ganti baju dan lanjut bermain lapangan.

  Bu Safa juga mengingatkan anaknya agar tidak mengganggu temannya. Bu Safa tidak pernah capek memiliki anak seperti mereka. Meski mereka kekurangan atau membutuhkan. malah bu Safa menasehati kalau sudah beristri nanti jangan mengeluh atas kehidupan yang terjadi. Jadi Marvel dan adiknya sangat bersemangat. Mereka tidak mengeluh meski hidupnya seperti itu.

  Suatu hari ketika bu Safa sudah tidak jualan. Marvel dan adiknya  yang meneruskan jualan itu. Mereka sangat bahagia karena ibunya bahagia. Mereka terus berusaha sampai mereka sukses dan kaya. Sekarang mereka sudah memiliki rumah besar.

Bu Safa bahagia karena anak-anaknya sudah sukses. Kedua anaknya mengajaknya berangkat haji. Saat mereka berangkat mereka sampai di bandara. Anaknya sangat bahagia melihat ibunya bahagia. Sesampainya di bandara mereka langsung berangkat ke Mekkah. Sesampainya di kota mereka langsung berlinang air mata untuk rasa syukur.

Selesai tawaf mereka sholat, sudah 30 hari mereka di tanah suci. Jadi mereka balik ke Indonesia. Sesampainya di Mekkah mereka disambut oleh tetangga sekitar. Banyak orang yang datang ke rumah mereka dan banyak orang yang bingung karena mereka bisa kaya.

Hal ini seperti hadist Rasul yang berbunyi: 

أَلْجَنَّةُ تَحْتَ أَقْدَامِ الْأُمَّهَاتِ

Al jannatu tahta aqdamil ummahat.

Artinya: “Surga itu ada dibawah telapak kaki Ibu,” (diriwayatkan oleh An-Nasa’i, Ibnu Majah, Ahmad, dan dishahihkan oleh Al-Hakim).

Penulis: Nugie Putra Riswiansyah. Santri kelas VII IBS Padepokan Kyai Mudrikah Kembang Kuning