Ayah dan ibu merupakan sosok yang sabar dalam merawat anak-anaknya. Mereka mengajari anak-anaknya dari yang tidak tahu sesuatu sampai bisa mengeja bacaan atau kalimat. Aku tidak tahu betapa susahnya kedua orang tuaku merawat diriku. Aku merasa bersalah telah sering mengabaikan nasihat orang tuaku. Perasaan menyesal dan sedih selalu hadir di setiap waktu setelah sikap abaiku. Aku tidak tahu harus membalas kebaikan mereka dengan perbuatan apa dan bagaimana. Rasanya ingin sekali aku membahagiakan kedua orang tuaku dengan caraku sendiri.
Aku selalu mendoakan kedua orang tuaku, karena aku sangat menyayangi mereka di sepertiga malamku. Doaku tak pernah henti untuk keduanya. Rasa sayangku pada mereka tak dapat terhitung oleh angka sekalipun itu angka yang paling besar. Bahkan jika aku disuruh memilih bersama kekasih atau orang tua, aku tetap memilih bersama orang tua. Rasanya ingin sekali aku mewujudkan impian keduanya nanti. Tidak tahu kenapa ketika melihat kedua orang tuaku tersenyum sudah cukup membuatku bahagia.
Namun, kadang aku merasa sedih ketika orang tuaku bertengkar. Jika aku melihat ayah dan mama bertengkar aku selalu merenung di kamar, karena aku benci terhadap pertengkaran. Aku sangat tidak suka jika ada pertengkaran di sekitarku. Karena dapat menghilangkan kenyamanan dan dapat mengganggu ketenangan waktuku.
Sudah terdapat banyak hadist dan ayat ayat al-qur’an yang telah menjelaskan tentang berbakti kepada kedua orang tua. Oleh karena kita harus mengambil hikmahnya. Setelah aku mondok di IBS PKMKK, aku yang awalnya tidak terlalu tahu tentang adab kepada orang tua. Sekarang aku telah mengerti tentang perintah berbakti pada pada orang tua. Aku akan menjalankan perintah Allah SWT pada keduannya dan dapat membahagiakan mereka dengan caraku sendiri.
Membanggakan kedua orang tuaku adalah impian terbesarku. Aku ingin menjadi anak yang sholihah dan sukses di masa depan. Saat aku jauh dari mereka, rasa rindu begitu kuat terasa. Allah SWT sudah memberikan kebahagiaan dalam keluargaku begitu banyak, dan aku sangat bersyukur bisa menjalani hidup bersama mereka. Hatiku selalu merasa tenang saat berada di dekat mereka.
Mereka adalah harapan terbesarku. Aku tidak bisa membayangkan betapa hancurnya diriku tanpa mereka, karena merekalah yang selalu menjagaku. Aku merasa tak mampu untuk jauh dari mereka. Mereka adalah tempatku berpulang dan tempatku berbagi cerita.
Merekalah yang telah mengubah sifat burukku menjadi lebih baik. Rasa gelisah selalu muncul ketika aku jauh dari mereka, dan aku merasa kehilangan jika terlalu lama tak bertemu, karena aku sudah terbiasa dekat dengan mereka. Ingin rasanya kembali ke masa-masa bahagia dulu, terutama saat bermain bersama di taman bersama keluarga.
Aku merasa sangat kesal ketika temanku mengolok-olok nama orang tuaku, karena merekalah yang telah merawatku dengan baik. Setiap kali mendengar orang tuaku dijadikan bahan guyonan, aku merasa sangat marah. Terkadang, keinginan untuk memukul orang tersebut muncul, dan emosiku menjadi tidak terkontrol. Aku merasa tidak terima dan benar-benar marah ketika hal itu terjadi.
Dijelaskan dalam QS: Al-Baqarah:83 tentang berbuat baik kepada orang tua. Berikut adalah ayatnya:
وَإِذْ أَخَذْنَا مِيثَٰقَ بَنِىٓ إِسْرَٰٓءِيلَ لَا تَعْبُدُونَ إِلَّا ٱللَّهَ وَبِٱلْوَٰلِدَيْنِ إِحْسَانًا وَذِى ٱلْقُرْبَىٰ وَٱلْيَتَٰمَىٰ وَٱلْمَسَٰكِينِ وَقُولُوا۟ لِلنَّاسِ حُسْنًا وَأَقِيمُوا۟ ٱلصَّلَوٰةَ وَءَاتُوا۟ ٱلزَّكَوٰةَ ثُمَّ تَوَلَّيْتُمْ إِلَّا قَلِيلًا مِّنكُمْ وَأَنتُم مُّعْرِضُونَ
Artinya: Dan (ingatlah), ketika Kami mengambil janji dari Bani Israil (yaitu): Janganlah kamu menyembah selain Allah, dan berbuat kebaikanlah kepada ibu bapak, kaum kerabat, anak-anak yatim, dan orang-orang miskin, serta ucapkanlah kata-kata yang baik kepada manusia, dirikanlah shalat dan tunaikanlah zakat. Kemudian kamu tidak memenuhi janji itu, kecuali sebahagian kecil daripada kamu, dan kamu selalu berpaling.
Penulis: Alfinsya Intan Sari, Santri kelas VII IBS Padepokan Kyai Mudrikah Kembang Kuning