Pamekasan, 28 Oktober 2024 – Hari Sumpah Pemuda menjadi momentum penting yang layak diperingati oleh generasi muda Indonesia, termasuk para santri. Peristiwa bersejarah ini adalah tonggak perjuangan bangsa, yang menyatukan semangat pemuda dari berbagai daerah dalam merebut kemerdekaan Indonesia. Dari peristiwa inilah lahir bangsa Indonesia yang kaya akan budaya, suku, bahasa, dan agama. Tekad bulat para pemuda untuk bersatu demi kemerdekaan terus hidup dan mengalir dalam jiwa pemuda Indonesia yang siap berkorban demi tanah air tercinta.
Kini, di usia 79 tahun kemerdekaan, semangat persatuan perlu terus dijaga. Setiap pemuda, termasuk santri, harus memperkuat ikatan cinta terhadap bangsa, tanah air, dan bahasa Indonesia. Dengan persatuan, cita-cita bangsa Indonesia akan tercapai. Sebagai upaya mengingatkan generasi muda akan sejarah dan perjuangan pendahulu, santri di Islamic Boarding School Padepokan Kyai Mudrikah Kembang Kuning (IBS PKMKK) memperingati Hari Sumpah Pemuda hari ini. Upacara bendera dilaksanakan dengan khidmat di halaman utama IBS PKMKK pada pukul 07.00 pagi, diikuti penuh antusias oleh para santri dan seluruh guru pengajar.
Rangkaian acara dimulai dengan persiapan barisan yang dipimpin oleh komandan upacara. Setelah barisan siap, bendera Merah Putih dikibarkan oleh pasukan pengibar, diiringi lagu kebangsaan "Indonesia Raya" yang dinyanyikan dengan penuh semangat. Usai pengibaran bendera, acara dilanjutkan dengan pembacaan teks Sumpah Pemuda oleh perwakilan santri, yang diikuti seluruh peserta upacara dengan khidmat.
Dokumen: IBS PKMKK
Momen semakin menyentuh ketika semua peserta menyanyikan lagu "Bangun Pemudi Pemuda" dan "Satu Nusa Satu Bangsa," sebagai simbol tekad santri dalam menjaga persatuan dan cinta tanah air. Upacara ditutup dengan doa bersama untuk persatuan dan kemajuan bangsa.
Sebagai lembaga pendidikan yang mengedepankan nilai-nilai kebangsaan dan keagamaan, IBS PKMKK berkomitmen menanamkan semangat persatuan sesuai cita-cita pemuda Indonesia tahun 1928. Tujuannya adalah membentuk generasi muda yang unggul dalam ilmu, agama dan teknologi serta memiliki nasionalisme yang kuat-santri yang menyatukan, bukan menceraiberaikan; santri yang memiliki jiwa membangun, bukan penyamun.
Penulis: Ririn Widiyawati
Editor: Heni Listiana