Pamekasan, 15 Agustus 2025 - Dalam rangka memperingati HUT RI ke-80, panitia lomba kemerdekaan di IBS PKMKK menggelar sebuah acara yang unik dan kreatif. Tidak hanya sekadar lomba lari karung atau makan kerupuk, mereka menyuguhkan sebuah kompetisi yang mengasah kekompakan tim, kepercayaan antar anggota, dan juga kemampuan berbahasa Arab para santri.
Kompetisi unik bernama "Marching Without Sight" ini menantang para santri untuk melakukan baris-berbaris dengan mata tertutup. Dalam setiap tim yang beranggotakan tujuh orang, mereka harus menjaga formasi, kerapian, dan kekompakan hanya dengan mendengarkan aba-aba dari komandan kelompok.
Yang membuat lomba ini semakin istimewa adalah semua instruksi diberikan dalam bahasa Arab. Komandan kelompok menggunakan kosakata sederhana seperti maju, mundur, belok kanan/kiri, hadap kanan/kiri, atau berhenti untuk mengarahkan tim. Hal ini tidak hanya menguji kekompakan tim, tetapi juga mengasah keterampilan berbahasa Arab para santri.
Kompetisi yang digelar diberi nama "Marching Without Sight." Ini adalah lomba baris-berbaris di mana setiap kelompok, yang terdiri dari tujuh santri, harus menjaga formasi dan kekompakan dengan mata tertutup. Semua instruksi diberikan dalam bahasa Arab oleh komandan kelompok.
"Ini bukan cuma sekadar lomba, ini juga pembelajaran. Kita ingin anak-anak bisa belajar untuk percaya kepada teman, berkomunikasi tanpa melihat, dan melatih kemampuan berbahasa Arab mereka," ujar Mohammad Akhwan Muhlis, salah satu panitia. "Lomba ini menjadi salah satu persembahan kami untuk merayakan HUT RI ke-80."
Acara yang berlangsung di halaman utama IBS PKMKK ini disambut meriah oleh para santri. Mereka tampak antusias mengikuti setiap sesi lomba, meski harus berhadapan dengan tantangan yang tidak biasa. Dengan suksesnya acara ini, Marching Without Sight diharapkan menjadi agenda rutin dalam perayaan HUT RI di IBS PKMKK.
Penulis: Zilfania Qathrun Nada