Kemerdekaan bukanlah hadiah yang diberikan begitu saja kepada bangsa Indonesia. Ia adalah hasil dari persatuan dan kesatuan berbagai elemen bangsa, salah satunya adalah santri. Bukan sekadar pelajar biasa, santri juga berdiri sebagai pelindung nilai-nilai suci dan agama. Mereka bukan hanya memiliki potensi untuk menjadi pemimpin di berbagai bidang seperti politik dan perekonomian, tetapi juga dalam memajukan keagamaan di Indonesia.
Hakikat seorang santri terletak pada pengabdiannya: tulus, rendah hati, dan sepenuhnya mengutamakan guru dalam belajarnya. Ini bukan semata soal ilmu, melainkan juga soal barokah yang mereka cari dalam setiap pelajaran.
Santri bukanlah fenomena baru di tanah air. Sebelum kemerdekaan, mereka sudah menjadi bagian integral dari masyarakat. Bahkan, beberapa di antara mereka berhasil menjadi pemimpin penting di negeri ini, seperti wakil presiden saat ini. Dedikasi dan pengorbanan mereka, terutama dalam berjuang untuk kemerdekaan dan kesejahteraan bangsa, tak dapat dinafikan.
Harapan masyarakat Indonesia, khususnya bagi generasi muda dan santri, terletak pada sistem pendidikan yang akan menghantarkan negeri ini ke masa depan yang lebih cerah. Dengan dedikasi dan semangat yang dimiliki oleh para santri, kita dapat optimis bahwa Indonesia akan terus melangkah maju.
Lihatlah wahai guru
Indonesia yang kini sudah merdeka
Saat ini dijajah oleh mereka yang hidup di Konoha ini
Tak perlu menyebut nama, Tak perlu untuk bertanya siapa
Semua akan kita hancurkan para penghianat
Bagaimana dengan hukum? Sekarang bisa dibeli dengan kertas
Aku yakin, Perjuangan kita tak kurang guru
Kita sudah berjuang keras meskipun nyawa taruhan
Kembalilah berwarna indonesiaku Merdeka
Penulis: Ahmad Djuwaini