082333777752    padepokankmudrikah@gmail.com

Post & Article

Project Learning Agama

Asa Santri Menjelang HUT RI ke-78

  • 15 Aug, 2023
  • written by ADMIN

Di antara penggerak bangsa, santri bukan sekedar peserta, tetapi ikon dan pejuang. Memori kita mencatat betapa sosok-sosok santri, seperti K.H. Abdurrahman Wahid yang akrab disapa Gus Dur, dan K.H. Ma’ruf Amin, bukan hanya menjadi pemimpin, tetapi juga sumber inspirasi bagi kita. Ingatlah, banyak santri yang memberikan sumbangsihnya dalam memperjuangkan kemerdekaan dan menjaga kemakmuran negeri pasca kemerdekaan.

Seiring dengan meroketnya usia kemerdekaan Indonesia yang kini mencapai 78 tahun, harapan santri menggelora semakin besar. Mimpi santri bukan hanya tentang pembangunan fisik atau kemajuan teknologi semata. Di balik bonus demografi dan kemajuan infrastruktur, harapan santri terkandung dalam jiwa dan semangat kepemimpinan yang berlandaskan keadilan, moralitas, dan integritas tinggi.

Santri, dengan kecintaannya pada ilmu, mendambakan sebuah Indonesia yang berlandaskan pada nilai-nilai Al-Qur'an, tempat rahmat melimpah bagi seluruh alam. Mereka adalah penerus generasi yang telah mempersembahkan harta, jiwa, bahkan nyawa demi bendera Merah Putih berkibar. Menjadi santri berarti mampu berperan dalam berbagai ranah kehidupan; agama, sosial, politik, bahkan teknologi.

Impian sejati 78 tahun Indonesia Merdeka adalah sebuah negeri yang sejahtera, dimana pendidikan berkualitas menjadi hak setiap warga, kebutuhan dasar terpenuhi dengan harga yang terjangkau, peluang pekerjaan terbuka lebar, dan setiap keluarga memiliki rumah yang layak. Indonesia yang kita banggakan bukan hanya dikenal di pentas domestik, tetapi juga berperan aktif dan dihormati di kancah internasional.

Tak lupa, harapan utama adalah terciptanya tata kelola pemerintahan yang bersih dari korupsi, dimana setiap pemimpin, dari tingkat pusat hingga RT/RW, berkomitmen penuh pada integritas dan kejujuran. Kita pun mengharapkan pemimpin yang visioner, berpihak pada rakyat, dan mampu mewujudkan kesejahteraan bangsa.

Melalui sunyi malam, santri berdzikir dan bertafakkur, mengirim doa-doa terbaiknya untuk negeri ini:

Di kesunyian malam, santri mengurai asa,

Berpandangan jauh ke masa depan negeri yang cemerlang,

Setiap dini hari, dengan tekun mereka belajar,

Bermimpi Indonesia jaya, berharap rahmat Tuhan selalu mengalir deras.

 

Mari, di HUT RI ke-78 ini, kita bersatu untuk mewujudkan harapan dan doa semua pihak, termasuk santri, agar Indonesia terus berjaya dan sejahtera. Merdeka!

Penulis: Heni Listiana