Tahukah kamu bagaimana rasanya rindu?. Menahan rindu untuk tidak bertemu orang tua. Semua terasa hampa, tiada yang berwarna. Jika aku tahu berpisah itu sakit, maka hal itu tidak akan kupilih. Tapi aku berusaha menahannya demi ilmu yang kudapat. Aku ingin membanggakan orang tuaku. Banyak ilmu yang kudapat di sini.
Setiap malam, bayangan rumah dan keluarga melintas di benakku. Aku tahan walau air mata ini membasahi pipi. Dengan tawa kututupi rasa sakit karena rindu ini. Rasa yang tak kan hilang. Tapi demi gelar yang kuimpikan aku rela menahan rindu. Walaupun bayang-bayang kedua orang tuaku masih sering melintas dalam ruang pikirku.
Saat aku merasa sulit belajar dan tagihan yang banyak, sungguh sesak dadaku. Walaupun sulit aku masih bertahan demi meraih cita-citaku. Jika aku besar aku ingin menjadi polisi. Oleh karena itu aku harus banyak belajar, termasuk belajar menahan rindu.
Di rumah semua serba dilayani, namun di sini aku harus mandiri. Tak semudah itu menjadi mandiri. Karena tidak dekat dengan orang tua aku harus berjuang sendiri. Namun aku yakin belajar mandiri itu sangat penting. Karena anak seumurku banyak yang belum bisa mandiri.
Aku harus menahan rasa kantuk di sepertiga malam, demi bermunajat kepada Allah SWT aku harus bangun. Santri harus terbiasa melaksanakan Qiyamul Lail (bangun tengah malam untuk berzikir). Hal yang paling sulit adalah mempertahankan hafalan qur’anku. Dengan penuh perjuangan dan pengorbanan aku berusaha terus menghafal. Karena aku ingin menghadiahkan sepasang mahkota di surga untuk kedua orang tuaku.
Ruang rindu santri, selalu penuh dengan cerita. Cerita suka dan sedih, bahagia dan merana, menderu dan menggebu. Ruang rindu selalu menanti, membayangkan semua indah dalam ingatanku. Aku di sini yang merindu sebagai seorang santri.
Pemateri: Heni Listiana
Pendamping: Sherin, Naurah Mutia
Anggota: Ria, Lina, Dhany, Abduh, Faiz, Ziva, Nanda, Icha, Nazilla, Azka, Arin, Farin, Diaz, Anam, Lail, Farrel, Lidya, Faza, Zidni, Alifia dan Zulfa
Berita Terkait
Gandeng Akademisi Perguruan Tinggi, IBS PKMKK Pacu Budaya Riset Santri Lewat Hibah dan Program ‘One Chapter One Experiment & One Term One Research One Publication’
PAMEKASAN, 20 September 2026 — Langkah progresif dalam membumikan ekosistem sains dan riset di lingkungan pesantren terus dimatangkan oleh Islamic Boa...
Baca selengkapnyaDobrak Rutinitas Pembelajaran, MTsS Kyai Mudrikah Kembang Kuning Rumuskan Kurikulum Transformatif Berbasis 5 Dimensi Cinta
PAMEKASAN, 20 September 2026 — Madrasah Tsanawiyah Swasta (MTsS) Kyai Mudrikah Kembang Kuning (IBS PKMKK) mengambil langkah strategis untuk merevita...
Baca selengkapnyaLalui Dua Tahapan Kompetisi, Siswa Unjuk Kemampuan dalam Lomba Puisi "Gempita Karya Sastra"
PAMEKASAN, 9 Juni 2026 – Semangat literasi dan kreativitas menyelimuti lingkungan Islamic Boarding School Padepokan Kyai Mudrikah Kembang Kuning (IBS...
Baca selengkapnya